Sejarah dan Daftar Juara Piala Uber

Piala Uber adalah kejuaraan bulu tangkis internasional untuk nomor beregu putri yang diadakan setiap dua tahun sekali. Nama kejuaraan ini berasal dari nama Betty Uber, bekas pemain bulu tangkis dari Inggris.

Piala Uber yang pertama kali diadakan pada tahun 1956. Pada tahun tersebut, turnamen ini diikuti oleh 11 negara. Sepanjang sejarahnya, hanya lima negara yang pernah menjadi juara: Republik Rakyat Cina, Amerika Serikat, Jepang, dan Indonesia serta Korea Selatan . Piala Uber awalnya diadakan setiap tiga tahun sekali, namun sejak tahun 1984, diadakan setiap dua tahun sekali bersama dengan Piala Thomas, kejuaraan beregu untuk putra yang dimulai lebih awal pada tahun 1948.

Setiap tim peserta Piala Uber terdiri dari lima orang/pasangan (terdiri dari 3 tunggal dan 2 ganda). Juara bertahan Piala Uber saat ini adalah Korea Selatan, yang berhasil mengalahkan China 3-1 di partai final di Kuala Lumpur.

Daftar Juara Piala Uber

  • 1957 di Lancashire, Inggris dimenangkan oleh Amerika Serikat, Runner up Denmark
  • 1960 di Philadelphia, Amerika Serikat dimenangkan oleh Amerika Serikat. Runner up Denmark
  • 1963 di Wilmington, Amerika Serikat dimenangkan oleh Amerika Serikat, Runner up Inggris
  • 1966 di Wellington, Selandia Baru dimenangkan oleh Jepang, Runner up Amerika Serikat
  • 1969 di Tokyo, Jepang dimenangkan oleh Jepang, Runner up Indonesia
  • 1972 di Tokyo, Jepang dimenangkan oleh Jepang, Runner up Indonesia
  • 1975 di Jakarta, Indonesia dimenangkan oleh Indonesia. Runner up Jepang
  • 1978 di Auckland, Selandia Baru dimenangkan oleh Jepang. Runner up Indonesia
  • 1981 di Tokyo, Jepang dimenangkan oleh Jepang. Runner up Indonesia
  • 1984 di Kuala Lumpur, Malaysia dimenangkan oleh Republik Rakyat Cina. Runner up Inggris
  • 1986 di Jakarta, Indonesia dimenangkan oleh Republik Rakyat Cina. Runner up Indonesia
  • 1988 di Kuala Lumpur, Malaysia dimenangkan oleh Republik Rakyat Cina. Runner up Korea Selatan
  • 1990 di Nagoya dan Tokyo, Jepang dimenangkan oleh Republik Rakyat Cina. Runner up Korea Selatan
  • 1992 di Kuala Lumpur, Malaysia dimenangkan oleh Republik Rakyat Cina. Runner up Korea Selatan
  • 1994 di Jakarta, Indonesia dimenangkan oleh Indonesia. Runner up Republik Rakyat China
  • 1996 di Hongkong dimenangkan oleh Indonesia. Runner up Republik Rakyat China
  • 1998 di Hongkong dimenangkan oleh Republik Rakyat Cina. Runner up Indonesia
  • 2000 di Kuala Lumpur, Malaysia dimenangkan oleh Republik Rakyat Cina. Runner up Denmark
  • 2002 di Guangzhou, Republik Rakyat Cina dimenangkan oleh Republik Rakyat Cina. Runner up Korea Selatan
  • 2004 di Jakarta, Indonesia dimenangkan oleh Republik Rakyat Cina. Runner Korea Selatan
  • 2006 di Sendai dan Tokyo, Jepang dimenangkan oleh Republik Rakyat Cina. Runner up Belanda
  • 2008 di Jakarta, Indonesia dimenangkan oleh Republik Rakyat Cina. Runner up Indonesia
  • 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia dimenangkan oleh Korea Selatan. Runner up Republik Rakyat China
  • 2012 ?

 

Advertisements

Taufik Hidayat Pensiun Dari Piala Thomas

Taufik Hidayat mengisyarakatkan keinginan untuk menyudahi kiprahnya di Piala Thomas. Ia merasa sudah cukup semua kontribusi dan pengalamannya selama ini.

Hal itu dikatakan Taufik setelah Indonesia tersingkir di babak perempatfinal, usai kalah 2-3 dari Jepang pada pertandingan di Wuhan Gymnasium Sport Center, Wuhan, China, Rabu (23/5/2012),

“Tujuh kali ikut Thomas Cup sudah cukup. Sekarang giliran muda-muda main. I’m tired (Saya lelah),” kata Taufik lewat akun twitter-nya.

Dari tujuh kali tampil di Piala Thomas, kontribusi terbaik Taufik adalah di tahun 2000 dan 2002, saat membantu negaranya menjadi juara. Ia juga mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade 2004. Tak mungkin dipungkiri bahwa menantu Agum Gumelar itu adalah salah satu pemain terbaik yang pernah dilahirkan Indonesia, serta yang terbaik dalam satu dekade terakhir ini.

Taufik sebenarnya sudah cukup sering mengisyaratkan keenggan untuk terus menjadi pemain pelatnas. Pemain berusia 30 tahun itu merasa sudah saatnya terjadi regenerasi di tubuh tim putra Indonesia. Namun beberapa kali pula ia terus diminta PBSI untuk bertahan.

Kekalahan tim Thomas di perempat final merupakan sejarah buruk, karena baru kali ini gagal lolos ke babak empat besar.

Hasil Penyisihan Piala Thomas Indonesia Kalah 0 – 5 dari China

Tim Piala Thomas Indonesia benar-benar tak berkutik saat bertemu China di laga penyisihan Grup B. Semua wakil ‘Merah Putih’ menelan kekalahan di lima partai yang digelar.

Dalam pertandingan  Selasa (22/5/2012), kekalahan kelima Indonesia didapat oleh Dionysius Hayom Rumbaka. Tunggal ketiga Indonesia itu dipecundangi Chen Jin dengan skor 7-21 dan 10-21.

Di empat partai sebelumnya, Indonesia juga kalah dari tuan rumah. Simon Santoso yang jadi tunggal pertama dibekuk Lin Dan 10-21, 17-21.

Markis Kido/Bona Septano yang bermain di partai kedua juga takluk. Mereka tak bisa mengimbangi ganda nomor satu dunia, Cai Yun/Fu Haifeng, dan kalah 14-21, 8-21.

Tommy Sugiarto sempat menyulitkan Chen Long di partai ketiga. Tapi, dia akhirnya juga kalah 12-21, 16-21.

Hendra Setiawan/Ryan Agung Saputra bisa merebut satu set kala bertemu Shen Ye/Hong Wei. Namun, mereka ternyata juga takluk dengan skor 21-16, 10-21, dan 9-21.

Kendati kalah telak dari China, Tim Thomas Indonesia tetap lolos ke babak perempatfinal dengan status runner-up Grup B di bawah China yang jadi juara grup.